Hilang Ingatan
Di saat suhu kota tengah memeluk titik bawah, kami menjelajah.
Berbekal keingintahuan dan sekantong asumsi.
Mengendap-endap; sekelompok kucing mengawasi dari tepi, mengeong nanar, dengan tatapan penuh makna seakan menuduh,
“I know what you will do tonight.”
Entah sugesti entah pertanda sial.
Hanya 15 menit, kami pun sampai.
Nyali jelas lebih berbicara ketimbang waktu.
Oh, empat manusia hijau daun, apa yang kalian ketahui tentang tempat ini? Yang bising tetapi konon adalah pereda kepenatan?
Hanya bahwa minuman selamat datang-nya terasa seperti obat batuk.
Dan beragam manusia di dalamnya jelas lupa daratan.
Ah, stigma itu tidak sepenuhnya benar.
(mencuri dengar percakapan dengan seorang janitor membukakan mataku)
Apa peduliku.
Di sini ramai, namun masing-masing dari manusia itu sejatinya sendirian.
Manusia-manusia tak berwajah, tanpa nama pula.
Hanya segala yang melekat yang jadi identitas.
“From what we know, we might not get tomorrow.. Let’s do it tonight..” (*

*) cuplikan lagu “Give Me Everything Tonight”


