#BdgvsJkt
Ehm, nggak terasa udah lama nggak curhat di Tumblr (yang mau kabur silahkan).
Jadi, selaku mahasiswa yang berdomisili di Bandung sejak tahun 1999, saya lagi galau berat: selepas lulus kuliah mau kerja di Bandung atau Jakarta?
Pertimbangannya tentu ada segudang, yang sayangnya justru bikin keputusan ini jadi makin dilematis. #tsah
Jakarta:
- Saya bener-bener kepingin jadi auditor dari tahun kedua kuliaaah!! Sejauh ini, KAP incaran hanya buka kantor di Jakarta. (Iyalah, soalnya klien-klien berprospek tinggi pun markas besarnya di Jakarta semua)
- Gaji lebih tinggi.
- Biaya hidup jelas lebih tinggi. Misalnya, kalau rate kosan kelas menengah di Bandung adalah Rp700.000-an/bulan maka rate di Jakarta kira-kira dua kali lipatnya. Apalagi kalau kantormu berlokasi di daerah di mana gedung-gedung pencakar langit berkumpul.
- Jauh dari Cookie. :(
- Macet, panas, pengap.
Bandung:
- Belum nemu lowongan kerja yang ‘sreg’ di sini.
- *sekian*
Di tengah kebimbangan ini, ada e-mail masuk ke telepon genggam saya. Ternyata dari Career Development Center FEB Unpad dengan subject: Info Lowongan Kerja (layanan ini nggak bisa dinonaktifan, tapi ya sudahlah toh penting juga).
Kali ini, lowongan kerja datang dari salah satu Kantor Akuntan Publik Big 4! Digelar di kampus, ada roadshow yang diikuti oleh tes tulis. Berhubung angkatan 2008 udah boleh daftar dan daftarnya gratis, saya pun ikutan. Niat awal saya adalah “cukuptau”. Cuma pengen tahu aja kok, proses perekrutan kerja beneran itu bagaimana, sih? Lagipula, mengajukan usulan penelitian (UP) skripsi aja belum kesampean, boro-boro mikirin ngelamar kerja.
Jadilah saya menjadi salah satu dari sekitar 200-an yang mendaftar. Sehari sebelum tes tulis (yaitu setelah roadshow), saya berdoa “Ya Allah, mohon jadikan hasil tes tulis ini petunjuk mana yang terbaik buat hamba: Bandung atau Jakarta.” Kalau tes ini gagal (dan kemungkinan besar gagal karena saya nggak belajar sama sekali), saya udah janji ke diri sendiri nggak akan kerja di Jakarta.
Besoknya, tes tulis diadakan jam 08:00-12:00. Break ishoma 1jam++ (asik dapat rendang Sari Bundo gratis), lalu tibalah saat yang dinantikan itu: selembar kertas ditempelkan di pintu Ruangan Multimedia B1. Isinya hanya 27 nama.
Dan… saya lolos? Nggak salah, nih?
Ya, ternyata saya lolos! Alhamdulillah… sekaligus bismillah. Kemarin, saya baru menjalani tes tahap kedua yaitu wawancara. Di Jakarta, tepatnya di suatu gedung di Lingkaran Mega Kuningan.
Berhubung udah bikin ‘deal’ sama Yang Maha Kuasa, jadi saya akan menepati janji. Bakal lanjut apapun yang terjadi. Mengejar mimpi dan passion yang rasanya sudah ada di depan mata (walaupun masih ada kemungkinan tereliminasi, secara peserta tes dari seluruh tempat roadshow di Jakarta-Bandung-Surabaya-Padang ada LEBIH DARI SERIBU ORANG).
Sekarang, masalahnya adalah bersiap nguat-nguatin hati kalau nanti jauh dari Cookie, hukkssss. :’(

(horee dapet flashdisk 2GB gratis dari roadshow! *out of topic*)
.
Kalau kamu jadi saya, pilih play safe di Bandung atau kejar mimpi di Jakarta?
-
ddsantii answered:
play safe di jakarta :p
-
randomously answered:
gampangnya, jakarta tempat nyari duit, bandung tempat nikmatin duit :)
-
oggyadikara answered:
tidak selalu stay di Bandung itu play safe, justru gua ngerasa hijrah ke KAP di Jakarta sudah menjadi comfort zone, tergantung perspektif aja
-
satriamaulana answered:
Kejar mimpi di Jakarta. Kalau memang cookie nya sayang kamu, pasti dia mafhum dengan pencapaian mimpimu. Percayalah :p
-
jejakpikir answered:
Asik, sampai ketemu di PWC. Ke Jakarta aja, banyak kesempatan disini. Stay out of your comfort zone!
-
sanguiniella answered:
Jakartaaaaa!! biar cepet kaya!! *lohhhh
-
anastasiareza answered:
menurut aku ya sin, kejar mimpi kamu, cookie kamu bisa ngerti pasti dan bakal nyamain langkah kamu klo dia emg bener punya passion sm kamu :)
-
nanalovemama answered:
Selalu ada yang harus dikorbanin say demi cita-cita. Opportunity ,walaupun jauh dari org2 yg kita sayangin. it’s about choice :)
-
theyanirma posted this


