Sampai Bulan Penghabisan!

Akhir bulan kesebelas
di tahun ini
sudah genap 334 kali matahari terbit
terlewati

November,
dan hujan
Ibarat teh dan penganan ringan
Pemulung dan gerobak
Tak terpisahkan

Di sini ada aku dan kamu
Mengais yang tersisa dari dua ribu sebelas
O, waktu, mengapa begitu kilat berlalunya?

Ada gelisah melintas di sorot matamu
Ada apa? Kau menggelengkan kepala
Secarik kertas kau remas sejadi-jadinya
Aku melirik judulnya. Resolusi 2011.

Impian-impian indah berbaris vertikal. Sarat doa.
Sayang, tak nampak satu tanda ceklispun mampir di sana
Hanya beberapa huruf yang tintanya luntur jadi pertanda. Oleh air mata?

Terlalu singkatkah kurun satu tahun, kawan?
Atau harapanmu yang terlanjur melambung
sehingga lebihi plafon yang dapat kau gapai?

Tidak. Pembelaanmu bukan alasan.
Bukankah tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki?
Bukankah tak ada sungai yang terlalu deras untuk diarungi?
Begitupun mimpimu, kawan.

Setahun, sebulan, seminggu, bukanlah penghalang
Selama citamu masih tergenggam erat
Ada Dia, yang meski kerap kau palingkan muka dari-Nya, tetap bukakan jalan
Ada aku, yang selalu mendorong setiap kau lupa melaju

Mimpimu hanya satu langkah jauhnya. Di depan mata. Kejarlah.
.
*Ruangan Praktika A34,
30 November 2011

#life  
blog comments powered by Disqus
  1. theyanirma posted this