Untuk Para Pemilik Online Store (Penting!)
Mendekati akhir tahun, para cewek di belahan dunia manapun tentunya tengah sibuk berburu midnight / year-end / clearance sale. Apalagi yang up to 80%, beuh rasanya surga dunia! Selain diskon, bentuk promo lainnya yang juga disukai yaitu ‘beli 1 dapet 3’, ‘bayar 1 dapet 2’, dll. Nah, kalau dari awal sudah diiklankan begitu, pastilah kita semangat berburunya. Tapi gimana kalau MENDADAK?
Maksudnya?
Ini terjadi dua kali ke saya.
.
Cerita #1: TWL
Pertama, saya beli baju dua potong. Di online store yang berbasis Facebook, inisial mereknya TWL. Hari ini bayar, alhamdulillah dua-tiga hari kemudian barangnya sampai. Ternyata lebih keren dari yang di foto! Seneng kan? Seneng dooong. Seminggu kemudian, datang lagi paket kedua dari TWL.
Pikir saya, Apaan nih? Bonus? Masa iya baru sekali beli udah dapet bonus, baik amat.
Tak disangka tak diduga, itu paket baju lagi!! Dua potong! Di mana jenis dan warnanya persis sama kayak yang saya pesen seminggu lalu.
Errr… sebenarnya saya diam-diam seakan gak ada paket yang sampai pun bisa. Kalau yang punya tokonya sms, bilang aja gak ada paket apapun yang datang. Lumayan, baju seharga hampir tiga lembar uang berwarna pink berbahan dasar plastik. Tapi, hati ini berontak, cyiin. Jadi saya balikin. End of story.
.
Cerita #2: Ashlee’s Embellishment Stuff
Cerita yang kedua baru saja terjadi kurang dari jangka waktu 1x24jam. Jadi, suatu hari di mana saya harusnya ngerjain research proposal buat tugas akhir Research Methodology, saya malah FB-an. Cari-cari online store berkualitas. Dan ketemulah si Ashlee’s ini. Toko ini nggak jual baju, tapi aksesoris. Even better, bahan dasar aksesoris kayak rantai, manik-manik, pendant, batu imitasi, pengait, dan segala rupa bahan aksesoris (juga bahan bikin scrapbook) dalam berbagai ukuran, warna, bahan, bentuk yang unik. Bisa beli secara eceran pulak! *rawr*
Sebelumnya, mungkin saya harus cerita dulu kenapa saya se-excited ini. Dulu, saya-Ria-Qunyuq sempat berniat bikin line bisnis aksesoris (yang akhirnya batal karena masing-masing sibuk hahaha). Dan kita mengalami banget yang namanya SUSAAAH banget cari bahan baku aksesoris yang unik, murah, berkualitas, tapi bisa beli ngecer. Di Bandung, kita hanya tahu tiga toko yang jual bahan aksesoris: dua di Otista, satu di Kopo. Udah mah nggak lengkap, jauh, belinya harus grosiran.
Singkat cerita, saya pun mesen barang di Ashlee’s. Bukan mesen bahan aksesoris, tapi aksesoris yang siap pakai, hehehe. Maklum lagi males bereksperimen. Awalnya, saya pesen lima. Tapi setelah dipikir-pikir, saya ngeralat jadi pesen dua item saja. Malamnya, saya pergi ke ATM dan transfer. Besok siangnya, barangnya sampai. Buset, cepet amat, pikir saya. Tapi baguslah.
Dan pas dibuka, tadaaa! Ada lima item di dalamnya. Oh no, LAGI??
Saya pun dilema. *dasar manusia*
Namun tetap mengontak si pemilik Ashlee’s. Meminta nomor hp, nama, dan alamat biar sisanya bisa dikirim balik.
Dan… *ini nih puncaknya* digratiskan! Kata mbaknya, “Gapapa say. Biarin aja saya yang salah kok! Free from Ashlee’s.. Come again yah!”
Uooo rasanya pengen jungkir balik antara nggak enak, surprised, dan happy. Udah coba dibujuk-bujuk juga nggak mempan. Ya sudah, sebagai balasan untuk mbak pemilik Ashlee’s yang budiman, biar saya pajang beberapa foto produknya di sini.

(kalau kita udah tau tempat beli & harga bahan aksesoris, dijamin bakal mikir dua kali tiap mau beli aksesoris jadi di tempat-tempat macam Stroberi, Bunga, dll. Harga pokok produksi gelang seharga Rp25.000-an itu paling-paling cuma Rp10.000-an, lho!)




“Beli DUA dapat LIMA”:


(kalung ini favorit saya)

(when-we-were-highschool-student photographs. a nice reminder of how long we’ve been together. super labil hahahaha #Cookie)
.
Feel free to shop at Ashlee’s Embellishment Stuff! ;)
p.s. untuk para pemilik online store, lebih teliti lagi ya masalah crosschecking pemesanan, pembayaran, dan pengiriman. biar gak terlalu banyak pelanggan yang dapat guilty-Rp0 surprise kayak saya, hihihi.
-
bckwdsn liked this
-
rerekiratikha liked this
-
abcdewinfgh liked this
-
theyanirma posted this


