Posts tagged AllAboutWorking.

Akhirnya, dilema bin galau selama berbulan-bulan ini bisa diakhiri. Akhirnya, mantap pilih Bandung.
Some of you may say that “deciding one’s long-term plan on a single job application” is a risky, stupid gambling. But I’ve got the deal with God, so I believe this is how He answers it. Furthermore, life is nothing but uncertainty, right? ;)

Akhirnya, dilema bin galau selama berbulan-bulan ini bisa diakhiri. Akhirnya, mantap pilih Bandung.

Some of you may say that “deciding one’s long-term plan on a single job application” is a risky, stupid gambling. But I’ve got the deal with God, so I believe this is how He answers it. Furthermore, life is nothing but uncertainty, right? ;)

Little Bird

burung kecil

seumur hidup hinggap manis di pelepah

kini siap mengepak, menyelah,

demi impian menjejak di antah berantah

namun minnaar-nya sudah lelah

kemudian menyerah

kini pijakannya goyah

urung maju, urung mundur

- 11 Feb 12, 00:00

.

Jadi, hari ini saya ke Jakarta lagi. Pulang-pergi. Tadinya, mau naik travel. Tapi entah mengapa, seharian kemarin seluruh agen travel kayaknya berkomplot buat membatalkan kepergian saya.

Skenario 1:

“Halo, benar ini dengan Travel X?”

“Oh, udah pindah nomornya.”

Skenario 2:

*pencet nomor*

*nada sambung* *lama* *nada sibuk*

*pencet redial* *begitu seterusnya*

Skenario 3:

*udah ngobrol panjang lebar* “Oh, ada yang ke Kuningan, ya. Berapa, Mbak?”

“60rb.”

“Ada jam berapa aja?”

“4 dan 8.”

“Pagi?”

“Sore.”

Gubrak.

Percakapan di atas, dengan beberapa agen, berlangsung selama 1 jam. Lalu saya capek. Ujung-ujungnya ketiduran. Bangun-bangun jam 5 sore, belum mandi, belum tahu besok harus naik apa biar ngejar jadwal interview pukul 11:30.

Dan sesaat sebelum saya mandi, penyelamat itu datang. Via sms. “Cuy, lo interview kapan? Anggang.”

Hore, dapat tebengan naik Casio! Eh, ini nama orang lho, bukan merek kalkulator atau jam tangan. Hihihi.

Ini dia tim hari ini: Anggang yang kedapetan jadwal wawancara jam 15:00 tapi udah standby dari jam 10:15 (karena nganter saya; hihi makasih!), Casio yang pake jeans dan dengan baik hatinya nemenin sampe travel berangkat jam 15:15 (makasih banget juga~), dan saya yang takut kancing celana mendadak copot setelah makan junk food buat lunch. *the art of wearing celana bahan* *nyusahin*

Oh ya, biar adil, ini foto waktu ke sana pertama kali. Girls power, soalnya rombongannya cewek semua.

(sebenernya kita bertujuh. tapi foto ini terlihat keren, jadi yang ini aja yang di-upload. :p)

Jadi, di manakah kami semua akan berlabuh setelah lulus? We’ll see, we’ll see.

Hmm, mungkin ada baiknya mikirin Usulan Penelitian Skripsi dulu lah ya buat sekarang. *belum lulus tapi udah oportunis*

(lampu rem mobil depan, terpantul di langit-langit travel cititrans. interestingly beautiful.)

#BdgvsJkt

Ehm, nggak terasa udah lama nggak curhat di Tumblr (yang mau kabur silahkan).

Jadi, selaku mahasiswa yang berdomisili di Bandung sejak tahun 1999, saya lagi galau berat: selepas lulus kuliah mau kerja di Bandung atau Jakarta?

Pertimbangannya tentu ada segudang, yang sayangnya justru bikin keputusan ini jadi makin dilematis. #tsah

Jakarta:

  1. Saya bener-bener kepingin jadi auditor dari tahun kedua kuliaaah!! Sejauh ini, KAP incaran hanya buka kantor di Jakarta. (Iyalah, soalnya klien-klien berprospek tinggi pun markas besarnya di Jakarta semua)
  2. Gaji lebih tinggi.
  3. Biaya hidup jelas lebih tinggi. Misalnya, kalau rate kosan kelas menengah di Bandung adalah Rp700.000-an/bulan maka rate di Jakarta kira-kira dua kali lipatnya. Apalagi kalau kantormu berlokasi di daerah di mana gedung-gedung pencakar langit berkumpul.
  4. Jauh dari Cookie. :(
  5. Macet, panas, pengap.

Bandung:

  1. Belum nemu lowongan kerja yang ‘sreg’ di sini.
  2. *sekian*

Di tengah kebimbangan ini, ada e-mail masuk ke telepon genggam saya. Ternyata dari Career Development Center FEB Unpad dengan subject: Info Lowongan Kerja (layanan ini nggak bisa dinonaktifan, tapi ya sudahlah toh penting juga).

Kali ini, lowongan kerja datang dari salah satu Kantor Akuntan Publik Big 4! Digelar di kampus, ada roadshow yang diikuti oleh tes tulis. Berhubung angkatan 2008 udah boleh daftar dan daftarnya gratis, saya pun ikutan. Niat awal saya adalah “cukuptau”. Cuma pengen tahu aja kok, proses perekrutan kerja beneran itu bagaimana, sih? Lagipula, mengajukan usulan penelitian (UP) skripsi aja belum kesampean, boro-boro mikirin ngelamar kerja.

Jadilah saya menjadi salah satu dari sekitar 200-an yang mendaftar. Sehari sebelum tes tulis (yaitu setelah roadshow), saya berdoa “Ya Allah, mohon jadikan hasil tes tulis ini petunjuk mana yang terbaik buat hamba: Bandung atau Jakarta.” Kalau tes ini gagal (dan kemungkinan besar gagal karena saya nggak belajar sama sekali), saya udah janji ke diri sendiri nggak akan kerja di Jakarta.

Besoknya, tes tulis diadakan jam 08:00-12:00. Break ishoma 1jam++ (asik dapat rendang Sari Bundo gratis), lalu tibalah saat yang dinantikan itu: selembar kertas ditempelkan di pintu Ruangan Multimedia B1. Isinya hanya 27 nama.

Dan… saya lolos? Nggak salah, nih?

Ya, ternyata saya lolos! Alhamdulillah… sekaligus bismillah. Kemarin, saya baru menjalani tes tahap kedua yaitu wawancara. Di Jakarta, tepatnya di suatu gedung di Lingkaran Mega Kuningan.

Berhubung udah bikin ‘deal’ sama Yang Maha Kuasa, jadi saya akan menepati janji. Bakal lanjut apapun yang terjadi. Mengejar mimpi dan passion yang rasanya sudah ada di depan mata (walaupun masih ada kemungkinan tereliminasi, secara peserta tes dari seluruh tempat roadshow di Jakarta-Bandung-Surabaya-Padang ada LEBIH DARI SERIBU ORANG).

Sekarang, masalahnya adalah bersiap nguat-nguatin hati kalau nanti jauh dari Cookie, hukkssss. :’(

(horee dapet flashdisk 2GB gratis dari roadshow! *out of topic*)

.

Kalau kamu jadi saya, pilih play safe di Bandung atau kejar mimpi di Jakarta?