Posts tagged KKNMBantarkalong2011.

Tamparan Itu Bernama Mekarjaya

Sore beberapa hari yang lalu pukul 16:00, saya dan 12 orang lainnya menelusuri jalan raya, jalan setapak, dan jalan terjal berbatu yang dibubuhi tai munding (=kerbau) di sana-sini. Dari ketiga kepala dusun, hanya Mekarjaya yang pak kepala dusun/punuh-nya belum berhasil diwawancarai.

Setengah jam kemudian, kami pun sampai. Setelah sepanjang jalan disuguhi pemandangan semak belukar, sawah bekas dipanen, dan bangunan bekas perusahaan tepung aci yang bangkrut, kini rumah pak kadus nampak di depan mata.

Rumah Pak Rohyan, Kadus Mekarjaya, bukanlah tipikal rumah yang eye-catching. Rumah sangat sederhana itu bahkan tidak dicat, dan engsel pintu antar ruangan di dalamnya tidak dipasangi daun pintu. Ruang tamunya polos, kecuali sebuah jam yang warnanya sudah pudar, tergantung di dinding. Ya ampun, saya mengelus dada mengingat cerita Pak Mispar -Kadus Bantarkalong- kalau ‘jabatan’ kadus tidak digaji. Masa jabatan yang bisa mencapai 20 tahun adalah cerminan kepercayaan warga, bukan karena gila kekuasaan.

Tamparan kedua datang dari Pak Ruhiyat, ketua RT 12 di wilayah Dusun Mekarjaya, yang masih bertetangga dengan Pak Rohyan. Selesai bercerita tentang longsor lima bulan lalu yang merusak pipa irigasi untuk seluruh Desa Bantarkalong namun sampai sekarang belum diperbaiki karena (saurna mah) pemerintah kekurangan dana, tanpa berniat menyombongkan diri beliau berkata,

"Tapi bagaimanapun keadaannya, petani di sini taat bayar pajak. Cuma butuh waktu dua minggu untuk menagih pajak. Bahkan ya dek, banyak juga petani yang sebelum ditagih udah nyetor duluan uang pajaknya (prepaid). Bandingkan sama dusun sebelah yang mayoritas warganya sarjana tetapi butuh waktu sampai tiga bulan untuk menagih pajak.”

Catatan: Dusun Mekarjaya adalah daerah dengan jumlah warga terbanyak, wilayah dusun terluas, dan keadaan infrastruktur & ekonomi paling sederhana di Desa Bantarkalong

Dang! Petani, yang mayoritas lulusan SD dan berpenghasilan tidak seberapa bahkan lebih taat bayar pajak dibandingkan dengan sarjana yang notabene berpendidikan dan berpenghasilan lebih baik. Malu euy, malu.

*

baca juga tulisan ini di sini

  July 08, 2011 at 06:55am

Lensa Pun Bicara ›

  July 02, 2011 at 09:53am

Dua di Lima dan Isra’ Miraj

Selama lima hari pertama berada di lokasi KKNM, alhamdulillah saya udah nerima dua kunjungan yang menyenangkan.

.

Pertama, dr. Omay Komaryani

Om Omay adalah sobatnya Om Sigit (adik Mama). Beliau belum pernah kenal saya secara langsung, begitupun sebaliknya. Tapi begitu ketemu, orangnya rame & baik bangeeet.

Jadi gini, awalnya ketika Mama tahu lokasi KKNM saya (Desa Bantarkalong, Cipatujah), doi langsung ngomong, “Eh Ta, seinget mama, sobatnya om Sigit ada yang buka praktek dokter di Cipatujah. Ntar mama minta no hp nya, kamu sms aja.”

Kebetulan, tema KKNM PPMD Integratif yang diusung Bu Maria -DPL(dosen pembimbing lapangan)kami- adalah tentang penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks. Kayaknya bakalan enak kalau punya kenalan dokter di desa yang bersangkutan.

Saya pun smsan sama Om Omay. Sayangnya, sudah satu tahun ini beliau pindah tugas ke Karangnunggal. Di akhir sms, Om Omay bilang, “Kapan2 nanti kita ketemu, tadi Om Sigit jg sdh nelpon, wilujeng wengi…”

Kirain, beliau hanya basa-basi. Di luar dugaan, tanggal 28 Juni sekitar pukul 13:30, Om Omay beneran datang ke pondokan kami dengan naik ojek.

Tanpa canggung, beliau pun kenalan sama teman-teman satu kelompok KKNM saya yang kebetulan lagi istirahat di rumah. Demi mahasiswi tak dikenal yang kebetulan adalah keponakan sobatnya, sampai bela-belain nengok naik ojek. Terharuuu. :’)

.

Kedua, Cookie & The Gank

Dari awal saya udah tahu kalau bocah satu ini bakal nengok. Jelas lah, kalau enggak, cari ribut namanya. Hihihi.

Tapi caranya itu lho, sumpah saluuut. *kelepek-kelepek*

Jadi, dari pagi sampai siang kami tetap smsan sebagaimana biasanya. Gak ada yang mencurigakan.

Tanggal 29 Juni 2011 jam 16:45, ketika saya lagi jalan kaki setengah terseret-seret karena sendal yang sebelah kiri talinya putus, mana yang terbayang di kepala adalah sosok Aki Adi yang mempesona (baca di sini),…

…tiba-tiba sebuah mobil Innova hitam melaju pelan di sebelah kanan saya, merapat. Para penumpangnya membuka kaca, ajaib! Ada Cookie-Caur-Karon-Pipin di dalamnya.

Kata Pipin, “Sumpah Ta, muka lo bego banget!”

Ya iyalah! Satu, Bandung-Bantarkalong itu gak dekat. Waktu tempuh sekitar 5,5 jam dengan jalan berkelok-kelok dan rawan longsor.

Dua, ini baru empat hari, cepat amat kok udah ditengok lagi *padahal seneng*. 

Tiga, KOK GA BILANG?? 

Empat (ngomong ke Pipin), kenapa lo bisa ada di dalam mobil? Lo bukannya supposed to be baru balik dari Dusun Jibal?

Ternyata, mereka memang bersekongkol. Bahkan, Santi (masih Akunpad08) pun ikut serta dengan mengganti nama si Cookie di hp Pipin jadi ‘xyz’ dengan alasan: biar saya gak curiga.

(boneka burung hantu itu bernama Si Wul Kalong)

Kunjungan kedua ini hanya berlangsung selama lima belas menit. Datang tiba-tiba, wudhu, shalat. ngobrol, foto… derrr langsung balik lagi ke Bandung.

Dasar gilaaak!! Makasih banget buat semua oknum yang terlibat! Next time, kita harus ke pantai ya. :”)

*

Hai kakak, ini foto ketika kami sedang bersiap menghadiri pengajian dan shalawatan dalam rangka Isra’ Miraj di Masjid Jami Al-Ikhlas Bantarkalong malam Rebo kemarin, lho! Duduk di saf paling depan, pula.

Kamu gimana?

p.s. si Pipin sampai dikirimin DM oleh temannya via Twitter, “Pin, lo jadi mualaf? Hehehe.” Sepanjang malam, dia dan Delilah pun ketakutan bakal ditodong Pak Ustadz untuk mengaji.

  July 02, 2011 at 09:08am

Episode Silaturahmi ›

Simak cerita terkini KKNM Bantarkalong 2011 hanya di sini. ;) *edisi ngiklan*

  June 29, 2011 at 10:04pm

Sampai Ketemu Lagi, Bandung!

…beberapa hari sebelumnya, di Rumah Buku

saya: kita nulis buku yuk! kayak Allie di The Notebook. aku kan pelupa, jadi kalau suatu saat aku amnesia, gampang.

dia: yuk.

saya: tapi kita harus pake nama samaran. nama aku siapa ya? marsha? hmm (red: bukan sebenarnya)

dia: jangan atuh! itu sih nama mantan HAHAHA

saya: …

…tadi, di sebuah toserba. lagi belanja buat KKNM

dia: beli notebook di mana ya?

saya: di lantai tiga. buat siapa?

dia: *diam*

kami pun beranjak ke lantai tiga

dia: pulpen yang lucu yang mana? pilihin dong. *nunjuk ke arah rak berisi pulpen bermotif centil*

saya: buat siapa?

dia: buat cewek.

saya: ciyeee.. siapa?

dia: ada deeeh.

setengah jam kemudian,

dia: uuu jangan mayaah. ini buat kamu. selama KKMM kamu bisa nulis kegiatan harian kamu di sini. aku juga bakal nulis di notebook terpisah. jadi pas kita ketemu lagi nanti, kita bakal tetep tahu kegiatan masing-masing. lupa deh kalau pernah jauh. syukur-syukur ntar kita beneran nerbitin buku.

Dasar nyebeliiiiin! Hobi banget bikin orang emosi. :’p

Ngomong-ngomong, mulai besok subuh, selama 30 hari ke depan, saya dan ribuan mahasiswa Unpad (Universitas Pangkalan Damri -so true) lainnya akan pergi KKNM ke desa masing-masing. Wish us every luck, will you? :)

  June 24, 2011 at 11:12pm

Neraka Bocor

Hampir tiga tahun kuliah di universitas ini, baru hari Minggu kemarin saya berkunjung ke kampus Jatinangor. Itupun karena ada pembekalan KKNM yang wajib dihadiri. Saking gak pernah ke sana, rasanya gak percaya kalau kampus DU dan Nangor itu suatu kesatuan. Berasa di kampus orang aja. :p

Empat jam berada di sana, akhirnya saya ngerti kenapa Jatinangor dijuluki neraka bocor. Puanaaasssnya itu lho. Padahal waktu kami ke sana, cuaca lagi lumayan asoy dalam artian masih ada angin sepoi-sepoi berhembus. Ternyata nggak ngefek lho sodara-sodari, tetep aja ngesang (=keringetan).

Tapi sisi baiknya, nuansa akademik di kampus Jatinangor jauh lebih ciamik ketimbang di DU karena didukung oleh sarana dan prasarana yang serba lebih. Jalanan intra kampus lebar, fasilitas lab lebih lengkap, ruangan kelas jelas sangat memadai, belum lagi sarana olah raga yang lengkap. Ruang terbuka hijau pun ada di mana-mana (tapi tetep aja panas, emang bawaan kali yah). Gak kayak di DU, sejauh mata memandang yang kelihatan cuma parkiran kendaraan bermotor.

Lumayan lah, seenggaknya sebelum lulus tahun depan (amin!) saya udah pernah main sekali ke kampus Nangor. #bangga

(Saya: “kalo kampus kita di sini, gue gak mau ngajar sampai jam delapan malem!  | Pipin-Santi-Alfred-Muthia: “YAIYALAH! serem gila.”)

Oiya, ngomong-ngomong soal KKNM, Juni-Juli ini semua orang di foto di atas bakal pergi KKNM lho, kebetulan lokasi kami satu kecamatan: Cipatujah, Jabar. Wish us for everything goes smooth and well, will ya? Yep? Thank you!

Dan ini dia list teman KKNM saya-Pipin-Santi. Orang-orang yang bakal bangun pagi bareng, makan bareng, mandi bareng, tidur bareng, berkegiatan bareng, mungkin juga konflik, selama satu bulan penuh di Desa Bantarkalong.

Antara tegang tapi excited. Takut tapi nggak sabar ingin cepat memulai. #loncat-loncat #salto #kayang

  May 30, 2011 at 11:56pm