Trust Diary #2
“Trust by Danone 8th edition”
Trust Day
January 11th-12th, 2011
Trust by Danone (TbD) is a international competition held annually to give the participants the experience of becoming (fake) CEO, CMSO, COO, CHRO, and CFO.
*more or less, that’s what TbD’s tagline says, ‘the student challenge that gives you real business insight’
TbD consists of five stages,
- CV selection & interview in english
- Trust Day
- Local Project
- Country Final
- International Final in Paris
TbD gains participants from 9 countries, including Indonesia. This year, there were 932 CVs came in from 12 participant universities in Indonesia! This number shrank to 33 groups compete in Trust Day (click here).
Yang keren dari acara ini:
Danone benar-benar niat ngadain acara ini sampai nyewa EO, nyediain tiket pesawat PP buat peserta dari luar pulau/negeri, hotel mewah, makanan terjamin, dan Activia-Mizone-Aqua-Milkuat gratis selama acara tentunya, hahaha. Yang luar biasa adalah para manajemen yang nyempat-nyempatin ketemu peserta buat presentasi, misalnya: direktur Nutricia, direktur SDM Aqua, direktur SSD Danone Dairy Indonesia (DDI), bahkan ada bapak-bapak bule VP Danone kawasan Asia-Pasifik dan direktur keuangan DDI… dua Mr. yang terakhir pun pakai t-shirt ‘Trust’ yang sama kayak kita dan memotivasi pakai bahasa Indonesia di sela pidato bahasa Inggris-nya. Standing ovation for Danone! ;)
Some random talks with strangers I met there
.
Norma, Udayana
“Bule yang di Kuta itu masih muda tapi rata-rata kere, kalau yang mapan itu stay-nya di Sanur tapi rata-rata udah tuaan. Udah gitu mereka (bule Kuta) cenderung ngerendahin cewek lokal, kalau lewat suka ngegodain, ‘Hi, babe’. Padahal kita udah tau kalau mereka kere (ngakak).”
.
VP Danone for Asia Pasific Region*
“In Danone, you can see that we are crazy. The more time you spend with us, you can see that we are really really crazy. We want to run business as well as to do as much as possible for environment.”
*p.s.: kalo ga salah. maklum level listening saya ngaco parah.
.
Eren, Melbourne**
Setengah becanda, dia bilang, “Jadi pemeluk Hindu itu mahal (banyak keluar biaya buat sesajen dan upacara). Untung biarpun orang Bali, gue muslim.” Saya nyeletuk, “Jadi low cost, gitu ya?” Dia (serius), “Nggak, lah. Jadi muslim itu mahal di hati.”
**nggak yakin nulis ejaan namanya gimana
.
Hope we’ll meet again, guys! Whatever the result, this is not the end, sure. :)



