Posts tagged bandung.

Just read that South Korea is the suicide capital of the world. My... ›

And I have this thought that they have better living due to less street criminality (no drunk motorcycle gang wander around in midnight whilst carrying samurai) and high-quality public transportation (as clearly shown in Running Man -lol)…

Well, there will always something to complain about.

salsabeela:

Just read that South Korea is the suicide capital of the world. My God!

Sociologists say a highly competitive atmosphere, uncertainty over the future, recession and crumbling traditional social networks are to blame for these awful numbers.

Uncertainty over the future?? They’re one of the fastest growing country in Asia. It should show some great prospect of future for the citizen. 

Korea, as a society, condones an incredible level of ruthlessness and cruelty to those who lose out in the social competition. It is not possible to understand the suicide issue in Korea without understanding this: modern Korean society is premised on competition at the level unfathomable for most people outside of Korea, and absolutely no mercy is shown to those who lose

*time to contemplate*

  May 12, 2012 at 12:12pm via salsabeela

The 2nd Indoor Theme Park in Indonesia

Just google the title and you’ll realize that I’m talking about Trans Studio Bandung. Yeay!

Me, Cookie, @carmayden, and @aditfurk managed to try about half of the rides. According to us me, the best rides were: Kong Climb (because it was my first wall climbing, hehehe), Marvel 4D Studio (well, you can’t go wrong with Marvel), and Yamaha Racing Coaster (the 37-second ride which felt like flying).

But strangely, we spent most time (1 hour out of 5,5 hours) in Science Center. *geek is the new rockstar* 

FYI, the roller coaster is no joke. It is claimed as the 8th fastest roller coaster in the world.

A few tips:

  • Eat first before you enter the theme park since: (1) you will need lots of energy, (2) the food sold in the area is either mediocre or overpriced.
  • Smuggle some snacks or beverages by tuck them in your jacket to avoid bag checking in the entrance. :p
  • Bring additional clothes so you can try Jelajah: the only ride that involves lots of water.
  March 29, 2012 at 10:59pm

Pengalaman Keracunan Yang Pertama (Dan Semoga Terakhir) Kali

tag: @waroengsteak

Pada tanggal 26 Februari 2012, saya dan ibu makan di Waroeng Steak Jl. Gatot Subroto (dahulu merupakan cabang Jl. Lodaya), Bandung.

Sekitar pukul 17:00, saya memesan Tuna Mushroom Steak yang merupakan menu favorit saya, ibu memesan Blackpepper Steak, sedangkan untuk minuman, kami berdua memesan teh manis panas dan lemon tea panas. Tidak lama kemudian, pesanan kami berdua datang.

Sedari awal pramuniaga membawakan pesanan, Tuna Mushroom Steak yang saya pesan terlihat berbeda dari biasanya. Daging ikannya alot, sedikit berbau, dan terkesan seperti telah dipanaskan berulang kali. Namun, saya mencoba berprasangka baik dan tetap memakannya.

Tepat selesai makan atau sekitar pukul 17:30, tiba-tiba saya merasakan reaksi aneh. Detak jantung saya meningkat drastis seperti orang yang baru lari sprint, kepala pusing berat seperti ditusuk-tusuk dari segala arah, badan menjadi lemas, dan ibu berkata kalau muka saya memerah di luar batas kewajaran. Padahal, sebelumnya kondisi badan saya baik-baik saja. Perlu dicatat bahwa saya tidak mengidap alergi makanan tertentu.

Curiga bahwa saya telah keracunan makanan, ibu berinisiatif untuk memanggil pramuniaga. Tidak lama kemudian, seorang pramuniaga mendatangi meja kami (No. 23) dan menanyakan keadaan saya. Ibu meminta pramuniaga tersebut untuk membawakan saya air kelapa sebagai langkah pertolongan pertama. Pramuniaga tersebut menyanggupi, kemudian mohon permisi dari meja kami.

Sepuluh menit, dua puluh menit… sampai dengan setengah jam kami menunggu di sana, tidak ada respon lebih lanjut dari Waroeng Steak. Sedangkan, reaksi yang saya alami makin menjadi-jadi. Namun, aktivitas seluruh pramuniaga tetap berjalan seperti biasa, seakan seorang pelanggan yang keracunan karena mengonsumsi menu Waroeng Steak bukan merupakan hal yang menjadi tanggung jawab mereka. Atau pelanggan yang keracunan merupakan kejadian yang sering terjadi sehingga tidak dihiraukan oleh para pramuniaga yang bertugas?

Setengah kesal, setengah khawatir akan keadaan saya, ibu pun mengajak saya pulang lalu membayar tagihan kami di kasir. Ibu sempat memprotes, “Mas, tadi anak saya keracunan makanan di sini dan saya minta tolong dibawakan air kelapa untuk pertolongan pertama. Sudah setengah jam, kok nggak datang-datang?” Seorang pramuniaga yang tengah berada di dekat kasir menimpali dengan ketus, “Ibu yang sabar, dong!” Menyadari ucapan rekannya, penjaga kasir hanya berkata singkat tanpa menoleh ke ibu, “Mohon maaf.”

Kepada segenap pengelola Waroeng Steak, mohon perhatikan kualitas makanan yang Anda sajikan. Saya tahu, dengan harga terjangkau dan lokasi strategis, restoran Anda selalu penuh setiap hari. Namun, bukan berarti Anda bebas mengorbankan keselamatan pelanggan dengan menghidangkan makanan hampir basi yang jelas-jelas tidak memenuhi standar kelayakan. Bagaimanapun juga, reputasi yang terlanjur rusak tidak akan pulih kembali seperti semula -setidaknya di mata korban seperti saya.

.

Salam,

Korban Keracunan

p.s. Tulisan ini pun saya kirimkan ke HU Pikiran Rakyat. Semoga dapat membuka mata para pedagang agar lebih bertanggung jawab dengan kualitas produknya, dan membuka mata pelanggan kalau pelanggan pun memiliki hak untuk dilindungi dari produk yang tidak berkualitas dan membahayakan.

“I’d like to take you to dinner, but…”
“But what?”
“…the place must be no surprise for you.” (disappointed)
“Try me.”
“Cafe Bali.”
“Yeah, I went there several times… to sell flowers. You know, those fundraising acts for campus events. Oh, I also used their toilet once.”
(laughing) “Let’s go, then.”

p.s. the New Yorker Steak is a must try!

“I’d like to take you to dinner, but…”

“But what?”

“…the place must be no surprise for you.” (disappointed)

“Try me.”

“Cafe Bali.”

“Yeah, I went there several times… to sell flowers. You know, those fundraising acts for campus events. Oh, I also used their toilet once.”

(laughing) “Let’s go, then.”

p.s. the New Yorker Steak is a must try!

#HF  #culinary  #bandung  

For The Year Ended Dec 31st, 2011

at “Snowy Bandung” Event (terjemahan maksa bebas dari Bandung Bersalju)

Festival Citylink, Bandung

.

This is what we did on the last day of 2011. Why this event? Because none of us have ever felt the real snow, hahaha. *sad*

By paying Rp50.000/adult or Rp40.000/child (or anyone whose height is below 140 cm), you can play as long as you can survive the -15 celcius degree, snowy playing ground. Oh wait, it’s actually an icy playing ground. The snow was made out of something like flour -well i didn’t have the gut to taste it.

At first, I was kind of impressed with the “play as long as you like” offer. Later on, I found that offer not as attractive as before, because IT’S FREAKING COLD INSIDE, bbrrrr… Me, @carmayden, Indy (8 y’o), Menyem (10 y’o), and Arya (11 y’o) could only stand about fifty minutes inside, including +- 5 minutes break.

(Menyem & me)

(Karon)

(Indy took a pose)

(how did it feel, Arya?)

(me & Indy)

Right outside the exit door, we could barely felt our feet. :))

Tips: Don’t forget to bring jacket, scarf, socks, gloves, or even your own earmuff from home. You will definitely save a lot of money, because a pair of gloves worth Rp5.000 was sold for Rp20.000 at the accessory counter.

#bandung  

Untuk Para Pemilik Online Store (Penting!)

Mendekati akhir tahun, para cewek di belahan dunia manapun tentunya tengah sibuk berburu midnight / year-end / clearance sale. Apalagi yang up to 80%, beuh rasanya surga dunia! Selain diskon, bentuk promo lainnya yang juga disukai yaitu ‘beli 1 dapet 3’, ‘bayar 1 dapet 2’, dll. Nah, kalau dari awal sudah diiklankan begitu, pastilah kita semangat berburunya. Tapi gimana kalau MENDADAK?

Maksudnya?

Ini terjadi dua kali ke saya.

.

Cerita #1: TWL

Pertama, saya beli baju dua potong. Di online store yang berbasis Facebook, inisial mereknya TWL. Hari ini bayar, alhamdulillah dua-tiga hari kemudian barangnya sampai. Ternyata lebih keren dari yang di foto! Seneng kan? Seneng dooong. Seminggu kemudian, datang lagi paket kedua dari TWL.

Pikir saya, Apaan nih? Bonus? Masa iya baru sekali beli udah dapet bonus, baik amat.

Tak disangka tak diduga, itu paket baju lagi!! Dua potong! Di mana jenis dan warnanya persis sama kayak yang saya pesen seminggu lalu.

Errr… sebenarnya saya diam-diam seakan gak ada paket yang sampai pun bisa. Kalau yang punya tokonya sms, bilang aja gak ada paket apapun yang datang. Lumayan, baju seharga hampir tiga lembar uang berwarna pink berbahan dasar plastik. Tapi, hati ini berontak, cyiin. Jadi saya balikin. End of story.

.

Cerita #2: Ashlee’s Embellishment Stuff

Cerita yang kedua baru saja terjadi kurang dari jangka waktu 1x24jam. Jadi, suatu hari di mana saya harusnya ngerjain research proposal buat tugas akhir Research Methodology, saya malah FB-an. Cari-cari online store berkualitas. Dan ketemulah si Ashlee’s ini. Toko ini nggak jual baju, tapi aksesoris. Even better, bahan dasar aksesoris kayak rantai, manik-manik, pendant, batu imitasi, pengait, dan segala rupa bahan aksesoris (juga bahan bikin scrapbook) dalam berbagai ukuran, warna, bahan, bentuk yang unik. Bisa beli secara eceran pulak! *rawr*

Sebelumnya, mungkin saya harus cerita dulu kenapa saya se-excited ini. Dulu, saya-Ria-Qunyuq sempat berniat bikin line bisnis aksesoris (yang akhirnya batal karena masing-masing sibuk hahaha). Dan kita mengalami banget yang namanya SUSAAAH banget cari bahan baku aksesoris yang unik, murah, berkualitas, tapi bisa beli ngecer. Di Bandung, kita hanya tahu tiga toko yang jual bahan aksesoris: dua di Otista, satu di Kopo. Udah mah nggak lengkap, jauh, belinya harus grosiran.

Singkat cerita, saya pun mesen barang di Ashlee’s. Bukan mesen bahan aksesoris, tapi aksesoris yang siap pakai, hehehe. Maklum lagi males bereksperimen. Awalnya, saya pesen lima. Tapi setelah dipikir-pikir, saya ngeralat jadi pesen dua item saja. Malamnya, saya pergi ke ATM dan transfer. Besok siangnya, barangnya sampai. Buset, cepet amat, pikir saya. Tapi baguslah.

Dan pas dibuka, tadaaa! Ada lima item di dalamnya. Oh no, LAGI??

Saya pun dilema. *dasar manusia*

Namun tetap mengontak si pemilik Ashlee’s. Meminta nomor hp, nama, dan alamat biar sisanya bisa dikirim balik.

Dan… *ini nih puncaknya* digratiskan! Kata mbaknya, “Gapapa say. Biarin aja saya yang salah kok! Free from Ashlee’s.. Come again yah!”

Uooo rasanya pengen jungkir balik antara nggak enak, surprised, dan happy. Udah coba dibujuk-bujuk juga nggak mempan. Ya sudah, sebagai balasan untuk mbak pemilik Ashlee’s yang budiman, biar saya pajang beberapa foto produknya di sini.

(kalau kita udah tau tempat beli & harga bahan aksesoris, dijamin bakal mikir dua kali tiap mau beli aksesoris jadi di tempat-tempat macam Stroberi, Bunga, dll. Harga pokok produksi gelang seharga Rp25.000-an itu paling-paling cuma Rp10.000-an, lho!)

“Beli DUA dapat LIMA”:

(kalung ini favorit saya) 

(when-we-were-highschool-student photographs. a nice reminder of how long we’ve been together. super labil hahahaha #Cookie)

.

Feel free to shop at Ashlee’s Embellishment Stuff! ;)

p.s. untuk para pemilik online store, lebih teliti lagi ya masalah crosschecking pemesanan, pembayaran, dan pengiriman. biar gak terlalu banyak pelanggan yang dapat guilty-Rp0 surprise kayak saya, hihihi.

Where To Shop Baking Ingredients and Cake Decorations in Bandung

…try PD Kijang Mas Store at Jalan Hariang Banga (right beside Faculty of Medicine Unisba)!

Actually, it was Qunyuq (@giovaniari) who kept promoting this little family store to me. Nonstop.

Since we’ve planned to bake some muffin this Friday -and I’m now half-unemployed hahaha-, I finally made it to go there with her.

All I can say, PD Kijang Mas is a treasure for kitchen-lover. Muffin paper cups in various size and patterns, edible prints, sillicon baking cups, cinnamon powder, white pepper, rosemary leaves, oregano, gelatin, basil, icing sugars in cute shapes, oil-based food colorings…

Mention any ingredient/tool/decoration that you cannot find in ordinary supermarket, because ta-da: THEY SELL IT!

(Bread is Life. Of course, are ya kiddin meeh?)

Can’t wait for Friday. Wish us to make delicious berry muffin, will you? :)