Posts tagged finance.

My First Dinar - Part II

…sambungan :D

.

Wallahu’alam.

Ya udahlah ga usah dibahas terlalu jauh, toh sejauh ini belum terlalu ngefek juga ke kehidupan kita sebagai rakyat jelata.

So, this is penampakan of my first dinar, :D

Ternyata bentuk kemasan dinar keluaran Logam Mulia (anak perusahaan PT ANTAM Tbk, BUMN) itu mirip kemasan sim card perdana. Koin emasnya detachable dari ‘kartu’ yang ternyata adalah sertifikat bukti keaslian. Di bagian depan sertifikat itu terdapat tulisan,

“Pencetakan koin ini mengikuti aturan Khalifah Umar bin Khattab r.a  dengan berat 4,25 gram dan kadar emas 91,7%.”

Di sisi depan koin dinar ada gambar Ka’bah yang dikelilingi oleh grafir Logam Mulia dan Indonesia, dan di sisi belakang terdapat kaligrafi Allah dan Muhammad.

(sisi depan)

(sisi belakang)

Gimana cara beli dinar?

Ternyata gampang dan nggak ribet!

Di Bandung banyak gerai yang menjual dinar dan dirham secara fisik, kok. Kemarin saya beli di DinarBandung.com yang gerai offline-nya ada di Jl. Cihampelas 185. Tadinya mau beli tanggal 09/08/11 tapi nggak keburu karena gerai ini cuma buka sampai jam 17:00. Untung ditunda sehari karena pas hari saya beli ternyata harga dinarnya turun! Hahaha, lucky me.

Lumayan kan dari Rp 2,176,000 (net) jadi Rp 2,151,500 (net).

Yang bikin saya bingung adalah penampakan Gerai Dinar Bandung yang nggak kelihatan seperti jualan dinar dan dirham. Waktu lagi menelusuri Jl. Cihampelas nyari no. 185, yang terbayang di kepala saya adalah tokonya mirip money changer. Ternyata, dari luar yang terlihat di etalase toko mungil ini justru deretan manequin berbalut busana muslim!

Lho?

Selisik punya selisik, rupanya itu adalah kamuflase buat alasan keamanan. Seperti bunglon: cara dia melindungi diri kan dengan menyerupakan dirinya dengan lingkungannya, bukan dengan duri atau racun. Bayangkan kalau sebuah toko emas, yang per koinnya aja harganya lebih dari dua juta, malah pasang banner dan menunjukkan identitasnya terang-terangan. Pasti setidaknya ada biaya pengamanan berupa gaji satpam dan kamera CCTV, bukan? 

Penyimpanan dinar pun nggak dilakukan di toko ini. Ketika saya udah deal sama Mas Johan (yang jaga counter), dia langsung bicara singkat di telepon,

“Dinar, satu.”

Nggak berapa lama, datanglah seorang pembantu membawakan dinar di saku celana sontog-nya. Pintar.

Btw, beberapa hari ini mantengin TL Twitter rasanya banyaak banget yang ngetwit sesuatu semacam “Yang punya LM pasti senyam-senyum”. Brb baca postingan beberapa bulan lalu tentang Logam Mulia aah.

Alhamdulillah, return megang gold bar LM 5gram dari bulan Desember 2010 (harga Rp2.047.500) sampai 11 Agustus 2011 (harga Rp2.567.500),

= Rp2.567.500-Rp2.047.500/Rp2.567.500*100% = 25,4%.

Padahal setahun pun belum. Huahuahaehhehe. :p

Ayo menabung pakai emas!

  August 12, 2011 at 04:00pm

My First Dinar - Part I

Finance adalah bidang yang maha adil. Lho? Iya, soalnya di dalam investasi berlaku hukum rimba ‘high risk high return’. Nggak ada investasi yang menawarkan “Modal Rp200 juta, dalam tiga bulan pasti kembali jadi 300%” kecuali penipuan.

Keadilan yang lain adalah kalau satu instrumen yang risiko-tinggi-return-tinggi nilai pasarnya lagi anjlok, yang cenderung safe pasti naik daun. Lihat saja sekarang-sekarang, ketika harga saham tengah melorot, harga emas pun naik. Mungkin kamu sempat nonton liputan berita di beberapa TV yang menyorot kenaikan harga emas yang sangat tajam beberapa bulan ini dan diprediksikan akan terus naik sampai akhir tahun 2012. Psstt, sebenarnya bukan harga emas yang naik lho, tapi justru nilai uang yang turun.

(screenshot layar hp-> grafik harga emas per 30 hari dan 1 tahun dariwww.kitco.com)

(screenshot harga emas batangan di website Logam Mulia per 11 Agustus 2011)

Kok nilai uang bisa turun? Kan di setiap lembar uang ada nilai nominal yang tercetak (Rp10.000, Rp20.000, dst)?

Karena, uang kertas sebenarnya nggak punya nilai. Uang kertas zaman sekarang ya nilainya cuma sebatas biaya cetak per lembarnya aja. Selebihnya, didukung oleh kepercayaan masyarakat yang dicerminkan oleh permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. Beda dengan zaman dulu (untuk Amerika Serikat: sebelum 1971), negara hanya bisa mencetak uang senilai cadangan emas yang dimiliki. Istilahnya, commodity-backed money.

Kenapa sistem pencetakan uang yang relatif aman itu dihapuskan? Biar bisa dipakai spekulasi, lah. Namanya juga manusia: greedy.

Nah, apa yang terjadi kalau benua Eropa kena hantam krisis keuangan dan Amerika Serikat perekonomiannya masih terpuruk akibat krisis 2008 lalu? Bisa ditebak, nilai uang pun akan turun.

Hebatnya, Islam sudah mengantisipasi hal ini sejak ratusan tahun yang lalu. #subhanallah

Abu Bakar Ibn Abi Maryam melaporkan bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW telah bersabda, “Akan tiba suatu zaman di mana tiada apa yang bernilai dan boleh digunakan oleh umat manusia. Maka simpanlah dinar dan dirham (untuk digunakan)”.

– Musnad Imam Ahmad Ibn Hanbal.

.

bersambung… ;)

  August 11, 2011 at 11:09am

S. Robson “Rob” Walton, Walmart chairman, has a net worth of about $19.7 billion. And he’s only number 9 on the list of 2010’s top 20 richest Americans.

Walmart workers, meanwhile, make around $8.75 an hour—about $18,000 a year. They’d have to work over a million years to approach what the chairman of Walmart Stores is sitting on. Alice and Jim Walton each have about $20 billion, and Christy Walton has $24 billion.


How Skyrocketing Inequality Is Hurting America


#finance  #world  
Facebook’s IPO Will Be The Worst Investment In Tech History

Facebook’s IPO Will Be The Worst Investment In Tech History

  June 23, 2011 at 01:02pm

Saat ini pengawasan dunia perbankan sedang mengalami evolusi dari ‘based on compliance supervision’ menuju ‘based on risk compliance’.

Sentot Sentosa, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri.
PR 12/05/11
  May 13, 2011 at 02:25pm

Sudah Tradisi

  • ...lagi ngomongin "futures market" (@ Management Control System class), di sana ada semacam perjanjian untuk membeli komoditas (kopi, gula, cocoa) dengan harga tertentu tapi si pembeli baru akan mendapatkan barangnya beberapa bulan kemudian
  • Mr. Harry: So essentially, what is the difference between the mechanism of futures contract for commodity with SISTEM IJON in Indonesia? Our farmers have been doing that contract since hundred years ago.
  • Saya: *ngobrol di bangku kuliah yang bentuk&susunannya mirip tempat duduk bioskop* Eh bener juga ya. Berarti transaksi derivatif masa sekarang sedikit-banyak terinspirasi sistem di Indonesia dong?
  • Lina: Hahaha bener bener.
  • Saya: Jadi inget PRODUCTION SHARING CONTRACT di sektor migas yang sekarang dipakai di seluruh dunia. Itu juga kan awalnya dari sistem bagi hasil antara pemilik lahan dengan penggarap/petani di pedesaan Jawa-Bali, ya gak?
  • ...
  • Kesimpulan: bahkan sejak zaman nenek moyang pun, Indonesia sudah menunjukkan gejala kapitalisme. #random #abaikan
  May 09, 2011 at 08:27pm